Manusia dan Tanggung Jawab
RESUME
“Manusia dan Tanggung Jawab dalam buku IBD”
oleh
:
Anjar Efendi 10117807
Naufal Nur Ihsan 14117461
Naufal Nur Ihsan 14117461
Raka Gautama 17117305
Syauqi Mifeardhi 15117855
Zelin Gaa Ngilo 16117400
Zelin Gaa Ngilo 16117400
1KA03
Universitas
Gunadarma
Fakultas
Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
2017/2018
PENDAHULUAN
Timbulnya
tanggung jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan
hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain
dan terhadap lingkungannya. Manusia menciptakan
keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia dan antara manusia
dan lingkungannya. Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi
bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung
jawab. (hal. 154)
Tangung jawab adalah
ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia
menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya dan menyadari pula bahwa pihak
lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau
meningkatkan kesadaran bertangung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan,
penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa. Manusia berjuang memenuhi keperluannya atau untuk
pihak lain. sehingga, ia menghadapi
manusia lain dalam
masyarakat dan lingkungannya. (hal. 155)
- 1 -
PEMBAHASAN
A. Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut
kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.
Sehingga makna bertanggung jawab dalam kamus umum Bahasa Indonesia adalah
berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau
memberikan jawab dan menanggung akibatnya. (hal.153)
Tanggung
jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang
disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat
sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. (hal. 153)
B.
Macam-Macam Tanggung Jawab
1)
Tanggung Jawab terhadap diri sendiri
Tanggung
jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya
sendiri dalam mengembangkan kepribadiannya. Sehingga dapat memecahkan masalah-masalah
kemanusiaan mengenai dirinya sendiri. (hal. 155)
2)
Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga
merupakan masyarakat kecil, tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab
kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga,
kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan. (hal. 155)
3) Tanggung
jawab terhadap masyarakat
Pada
hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan
kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia
harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Dengan demikian, manusia
merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti
anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat
tersebut. (hal. 156)
- 2 -
4)
Tanggung jawab terhadap Bangsa/Negara
Tiap
manusia/individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat,
bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia
tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatan manusia itu salah, maka ia
harus bertanggung jawab kepada negara. (hal. 157)
5) Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan
menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung
jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan
manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman
Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci dalam berbagai agama. Jika
seseorang mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti dia meninggalkan tanggung
jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya. (hal. 157)
C. Wujud Tanggung Jawab
Wujud tanggung jawab manusia berupa pengabdian
dan pengorbanan.
1) Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang
berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta,
kasih sayang, hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Pegabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja
keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada
keluarga. (hal. 158)
Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan,
dan itu merupakan perwujudan tanggung
jawabnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan
terasa menonjolnya seperti yang dilakukan oleh para biarawan
biarawati. Pengabdian kepada Negara dan
bangsa yang juga menyolok antara lain dilakukan oleh pegawai negeri yang bertugas menjaga mercusuar di pulau terpencil. Mereka bersama keluarganya hidup terpencil dari masyarakat ramai. (hal. 159)
- 3 -
2) Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban
atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian
untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian, pengorbanan yang bersifat
kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu
pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. (hal.
160)
Pengorbanan merupakan akibat dari
pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan bahkan
dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih,
tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan. (hal. 161)
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada
perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu
misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian
selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut
pengabdian. (hal. 161)
- 4 -
KESIMPULAN
Tanggung
jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai
akibat dari perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan
pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban
atau beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri, atau pihak
lain. Dengan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia,
antara manusia dan lingkungan, antara manusia dan Tuhan selalu dipelihara
dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Nugroho,
Widyo dan Achmad Muchji. 1996. Ilmu
Budaya Dasar. Jakarta : Universitas Gunadarma
- 5 -
____________________________________________________________________________________
❤ Semoga bermanfaat yahh!! ❤
Mohon maaf jika banyak kekurangan, kritik dan saran di kolom komentar yah sahabat!!
Mohon maaf jika banyak kekurangan, kritik dan saran di kolom komentar yah sahabat!!


Komentar
Posting Komentar